Investor Harus Paham Aturan Berinvestasi

Semarang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menegaskan investor harus memahami dan menaati aturan dalam berinvestasi di wilayah itu, seperti kelengkapan perizinan. “Kami tidak alergi dengan investor, sepanjang ketentuan yang ada disepakati,” kata Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman saat inspeksi mendadak pembangunan tempat usaha di Semarang, Senin. Pilus, sapaan akrab Kadarlusman itu, menyebutkan legislatif mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai sebuah proyek pembangunan tempat usaha di Jalan Imam Bonjol Semarang yang menutup saluran air. Dalam inspeksi itu, terlihat cor-coran semen berbentuk persegi menutupi saluran air dengan kedalaman sekitar dua meter di lahan yang rencananya dijadikan sebagai parkir untuk pusat kuliner Semarang itu. “Semestinya, tidak boleh ditutup seperti ini salurannya. Apalagi, ini saluran besar. Jangankan saluran, di bantarannya saja tidak boleh dibangun, apalagi ditutup,” kata politikus PDI Perjuangan itu. Namun, kata dia, pemilik bangunan tersebut bersedia membongkar beton-beton cor berbentuk persegi itu karena selama ini yang bersangkutan memang tidak mengetahui larangan untuk menutup saluran air. “Ternyata, pemilik bangunan juga belum mengantongi keterangan rencana kota (KRK). Tidak ada izinnya. Apalagi, izin mendirikan bangunan (IMB). Ini kan jelas tidak mematuhi aturan yang ada,” katanya. Padahal, kata dia, pemilik bangunan akan mengetahui aturan-aturan dalam membangun dengan mengurus KRK dan IMB, sebab di dalamnya dijelaskan secara detail, termasuk jarak bangunan dari sungai atau saluran. “Makanya, kami hentikan sementara pembangunan ini sampai perizinannya dilengkapi. Sepanjang ketentuannya dipatuhi, kami tidak masalah sebenarnya. Namun, ini kan sama saja tidak berizin,” kata Pilus. Sementara itu, Hartono selaku pemilik lahan itu mengatakan rencananya lahan itu hanya dijadikan sebagai tempat parkir dari pusat kuliner Semarang yang memanfaatkan bekas gedung perkuliahan di sebelahnya. “Ini hanya untuk parkir saja, tempat kulinernya di sebelah. Kalau gedungnya kan memang sudah jadi. Saya sebenarnya menutup saluran ini agar tidak kotor karena saya tanam banyak pohon di pinggirnya,” katanya. Meski demikian, Hartono mengatakan segera mengangkat beton-beton cor berbentuk persegi yang menutupi saluran itu sebagaimana arahan dari DPRD Kota Semarang, berikut pula dengan mengurus KRK dan IMB. /TL

Sumber: BeritaSatu