Perpanjangan Relaksasi Ekspor Konsentrat Harus Diawasi Ketat

agen togel online

Jakarta – ‎Pemerintah harus memiliki peraturan yang ketat apabila ingin memperpanjang relaksasi ekspor konsentrat hasil pengolahan alias konsentrat. Peraturan itu bertujuan agar pembangunan fasilitas pemurnian mineral ( smelter ) bisa tepat waktu. Pengamat Hukum sumber daya alam dari Universitas Tarumanagara (Untar), Ahmad Redi, mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah memiliki peraturan pembangunan smelter. Namun, lanjut dia, beleid tersebut direvisi oleh Sudirman Said ketika menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Ekspor konsentrat seharusnya diberian sesuai dengan kemajuan smelter. Tapi yang terjadi sekarang tidak seperti itu,” kata Redi di Jakarta, Senin (5/9). Redi menuturkan, Sudirman Said menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 5 Tahun 2016 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral Ke Luar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian. Beleid ini, kata Redi, membuat perpanjangan izin ekspor konsentrat masih bisa diterbitkan meski tidak ada progres kemajuan smelter. “Relaksasi harusnya diberikan ke perusahaan yang serius bangun smelter. Bagi yang tidak serius maka tidak diberikan relaksasi,” ujarnya. Dikatakannya, pemerintah telah memberikan relaksasi ekspor konsentrat hingga 12 Januari 2017 nanti. Namun, masih saja ada smelter yang belum rampung. Padahal, kewajiban pembangunan smelter sudah bergulir sejak 2009. “Artinya, pelaku usaha memiliki waktu yang cukup panjang dalam memenuhi amanat Undang-undang (UU) Minerba,” kata Redi. Rangga Prakoso/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu